Hire Me Direct
Showing posts with label Brilliant Legacy. Show all posts
Showing posts with label Brilliant Legacy. Show all posts

Wednesday, November 10, 2010

Lee Seung Gi dianggap kasar karena “Shining Inheritance.




Bintang berbakat Lee Seung Gi baru-baru ini mengungkapkan sebuah episode tak terduga setelah bermain peran Hwan dalam drama SBS , “Shining Inheritance.”
Pada 10 November, dalam rangka merayakan ulang tahun ke-20 SBS, stasiun televisi menyiarkan acara tentang  “10 Greatest Dramas of All Time” yang ingin disaksikan masyarakat lebih dari sekalit dan  “Shining Inheritance” menjadi salah satu dari10 drama. 
Seung Gi juga mengungkapkan insiden selama bertindak sebagai Hwan , "Sedangkan film drama, orang-orang terus bertanya-tanya apakah aku benar-benar seperti Hwan ; kasar dan seorang individu dewasa. Aku agak terkejut karena banyak orang mengutuk karakter Hwan, seperti mereka mengatakan, 'Meskipun Hwan belum matang, ada batas untuk ketidakdewasaan.' "Namun, Seung Gi lalu menambahkan," Seperti waktu berlalu , orang mulai  benar memahami karakter Hwan dan sangat jatuh cinta ke pesona karismatik. "


Wednesday, March 10, 2010

Han Hyo-joo and Lee Seung-gi in Japan!


Penggemar Jepang terkejut oleh kecantikan Han !
"Shining Inheritance" yang dibintangi oleh Han Hyo-Joo dan Lee Seung-gi sedang dipromosikan di Jepang.
Penggemar Jepang mengatakan bahwa Han tampaknya sangat canggih dan tenang di usia yang masih muda!
Citranya sangat murni dan menarik bagi para penggemar.
Akan Han Hyo-Joo menjadi Cho Ji-woo atau Lee Young-ae yang baru?



Wednesday, March 3, 2010

Lee Seung Gi’s Pizza Hut CFs released



Lee Seung-Gi dalam iklan Pizza Hut, buruan liat video-nya yang lutu


Monday, March 1, 2010

Brilliant Legacy is airing in Japan right now





Suasana Syuting Brilliant Legacy



Brilliant Legacy emang udah abiss, tapi pengen ngintip dikit dunk suasana syutingnya....

Syuting adegan kissing last episode, hehehehe

Sunday, February 14, 2010

Episode Akhir (28) Brilliant Legacy , thanx to princess chocolate


Sung Hee teringat kata-kata Seung Mi, "Ibu, kenapa kau melakukan itu?! Kenapa harus kau yang menjadi ibuku?! Kau membuatku gila!" Ia kemudian teringat Pyung Joong, "Apa kau manusia?!". Eun Woo berkata, "Itu ibu."
Sung Hee hendak meloncat dari atas, namun Seung Mi datang dan memanggilnya, "Ibu! Ibu, jangan! Jangan lakukan itu!" Seung Mi menangis ketakutan. "Ibu, kau tidak boleh mati!"
Sung Hee: Tidak ada alasan lagi untuk hidup.
Seung Mi: Hiduplah untukku. Semenderita apapun ibu, ibu tidak boleh mati! Apapun yang telah ibu lakukan, aku butuh ibu! Jangan mati, ibu! Jangan melarikan diri sendirian! Jika ibu pergi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Satu-satunya orang yang menyayangi aku adalah ibu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa ibu? Jika ibu masih ingin pergi, bawa aku bersama ibu.
Seung mi berlari ke arah Sung Hee. Sung Hee menoleh dan menghalangi putrinya. "Jangan! Jangan, Seung Mi!"
Seung Mi: Ibu! Jangan mencampakkan aku dan melarikan diri! Ibu, kumohon... Kumohon... Ibu...
Seung tertidur di pangkuan Sung Hee. Saat hari sudah pagi, Seung Mi terbangun dan kaget melihat Sung Hee tidak ada di sisinya. Ia berlari keluar dengan panik untuk mencari ibunya. "Ibu!"
Sung Hee kemudian muncul dengan membawa tas. "Sarapan sudah siap. Aku akan segera kembali."
Seung Mi: Ibu mau kemana?
Sung Hee: Jangan khawatir. Ada hal yang harus aku selesaikan.
Seung Mi: Hati-hati. Cepat pulang.
Sung Hee menemui Pyung Joong untuk memberi tahu bahwa ia telah mengembalikan uang asuransi. "Ini tanda terimanya. Aku juga sudah menjual apartment. Ini uang yang tersisa. Aku sudah menawarkan rumah untuk dijual dan memberi nomor telepon Eun Sung untuk dihubungi. Setelah rumah terjual, kau bisa mengambil uangnya."
Pyung Joong: Kenapa kau melakukan ini?
Sung Hee: Seung Mi ingin aku untuk mengembalikan semuanya, jadi aku melakukannya. Setelah semuanya dikembalikan, aku akan pergi dari sini. Ia bilang, ia membutuhkan aku. Ia akan sendirian bila tidak ada aku. Ia memanggil orang seperti aku ibunya dan ingin aku trerus terus di sampingnya. Aku akan menggunakan sisa hidupku untuk membayar kesalahanku pada Seung Mi.
Seung Mi datang ke rumah Eun Sung. Ia menunggu di sana karena Eun Sung dan Eun Woo sedang keluar.
"Eun Woo!" panggil Seung Mi ketika melihat Eun Sung dan Eun Woo datang.
Eun Woo: Kakak!
Seung Mi memberikan sebuah tas berisi sesuatu pada Eun Woo. "Dulu kakak belum sempat membelikanmu ini."
Eun Woo: Ayo kita pergi membeli hamburger. Hamburger dan soda.
Seung Mi tersenyum. "Ingatanmu sangat bagus."
Eun Sung memberi Eun Woo uang dan memintanya pergi membeli hamburger sendiri. Eun Woo berjalan pergi, namun Seung Mi memanggilnya. "Eun Woo, jaga dirimu.".
Eun Sung: Jangan melakukan ini lagi pada Eun Woo.
Seung Mi: Aku hanya ingin mampir sebelum pergi.
Eun Sung: Kau ingin pergi?
Seung Mi: Ibuku ingin bunuh diri. Aku memohon padanya untuk tetap hidup karena aku takut hidup... seorang diri.
Eun Sung bersikap dingin. "Karena ibumu ingin bunuh diri, maka kau berharap untuk dimaafkan?"
Seung Mi: Maafkan aku. Itu semua salahku. Jika aku melepaskan kak Hwan lebih awal, ibu pasti tidak akan menjadi serakah. Karena aku ingin setara dengan keluarga kak Hwan, maka ibu menjadi serakah dan mengambil semua uang asuransi. Ia takut ketahuan sehingga melakukan itu pada Eun Woo. Ibuku melakukan kesalahan itu, semuanya karena aku. Maafkan aku, Eun Sung.
Wajah Eun Sung melembut dan akhirnya tersenyum.
Seung Mi menemui Hwan. "Aku kemari karena aku ingin meminta sesuatu dari kak Hwan. Sesuatu yang ingin aku lakukan bersama kak Hwan, tapi belum sempat kita lakukan."
Ternyata Seung Mi ingin naik bus bersama Hwan. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya duduk diam. Sejak bus ramai sampai bus mulai sepi.
Seung Mi: Terima kasih karena selama ini kakak selalu di sampingku. Karena kakak, aku tidak merasa kesepian. Jaga Eun Sung baik-baik.
Hwan hanya bisa terdiam.
Seung Mi: Ini haltenya. Kakak, kau turun duluan.
Hwan melihat Seung Mi dari luar dan Seung Mi menatapnya, tersenyum.

Pyung Joong memberikan uang dari Sung Hee kepada Eun Sung. Ia meminta maaf kepada Eun Sung karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa meminta persetujuan Eun Sung. "Walaupun aku ingin membawa dia ke penjara, tapi hal itu tidak akan membuat kemarahanku hilang." kata Pyung Joong.
Eun Sung juga bercerita bahwa Seung Mi menemuinya dan memohon agar memaafkan ia dan ibunya. Seung Mi tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ibunya.
Seung Mi dan Sung Hee pindah.
Nenek Jang memanggil Pyung Joong dan menawarkan proyek untuk membangun apartment karyawan. Ia meminta Pyung Joong untuk mengerjakan proyek ini bukan karena koneksi, tetapi karena Nenek Jang tahu tentang perusahaan Pyung Joong dan kemampuannya sebagai konstruktor. Nenek Jang juga memberi Pyung Joong sejumlah uang untuk membeli rumah baru, namun Pyung Joong menolak. Ia mengatakan bahwa Eun Sung akan membawa Eun Woo untuk bersekolah di luar negeri.
Young Suk datang ke cabang kedua dan meminta agar Hwan tidak melaporkannya ke polisi. Hwan menarik kerah baju Young Suk. Eun Sung melihat mereka dan melerai. "Jangan bertindak seperti itu pada pelanggan!" ujar Eun Sung pada Hwan. Eun Sung hendak minta maaf, namun karena ia melihat bahwa pelanggan itu adalah Young Suk, dengan spontan Eun Sung malah memukulnya.
Eun Sung memberi tahu Hwan bahwa ia akan bersekolah di luar negeri menggunakan uang yang dikembalikan Sung Hee. Hwan marah dan berseru, "Jangan pergi!"
Tapi Eun Sung bersikeras. Ia ingin memberi Eun Woo pendidikan pianist yang baik agar Eun Woo bisa menjadi pianist dan komposer profesional. Hwan menyerah.

Eun Woo bilang pada Eun Sung bahwa Kak Ramyun (Hwan) menyukai Spy. "Spy sangat cantik dan tidak pernah mendengarkan kakak. Kak Ramyun menyukai Spy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai orang yang membencimu kan?"
Eun Sung: Hwan bilang begitu?

Nenek Jang berkata pada Hwan, jika ia mau bersama Eun Sung, kenapa Hwan tidak bersekolah di luar negeri juga? Ia sekarang sudah bisa mempercayai Hwan dan membiarkan Hwan pergi "Buat keputusan yang akan membuatmu tidak menyesal."
Di lain pihak, Pyung Joong bertanya pada Eun Sung apakah ia pergi karena Hwan. Eun Sung bilang bahwa ia akan pergi. Pyung Joong kemudian berkata, "Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nantinya."
Hwan berlari ke halte bus untuk menemui Eun Sung.
Eun Sung sudah naik bus untuk menemui Hwan. Ia melihat Hwan ingin memanggil taksi dan bergegas turun. Ia melambai melarang Hwan.
Eun Sung: Tunggu aku. Aku ada di situasi dimana aku tidak bisa tidak pergi. Jadi tunggu aku.
Hwan: Apa kau bilang?
Eun Sung: Aku bilang tunggu aku!
Hwan tersenyum dan memeluk Eun Sung. "Bodoh!" katanya. "Tentu saja aku akan menunggumu."

Hwan bilang ia sebenarnya ingin pergi juga, namun ia tidak bisa karena ia belum memberikan nenek kenangan yang indah. Ia tidak bisa meninggalkan nenek. Jika ingan nenek mulai memudar, ia ingin neneknya melupakan kenangan-kenangan yang buruk dan menggantinya dengan kenangan yang indah bersama cucunya. Ia juga ingin membuktikan pada neneknya bahwa ia bisa membangun hidupnya sendiri sedikit demi sedikit.
Eun Sung: Kau jadi sedikit keren.
Hwan: Sedikit?
Eun Sung: Semua itu akan tercapai. Karena kau adalah cucu nenek.
Eun Sung menemui Jun Se dan Hye Ri untuk mengatakan rencananya bersekolah di luar negeri. Ia berterima kasih pada Jun Se karena telah menolongnya selama ini. Jun Se bilang, Eun Sung harus baik-baik dengan Hwan. Ia ikut bahagia jika gadis yang disukainya bahagia.
Nenek Jang menyuruh Pyo Sung Chul untuk bertemu dengan seorang wanita dan mencari jodoh. Namun Sung Chul menolak karena ia tidak ingin menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Nenek Jang memanggil Young Ran dan menunjukkan foto wanita itu.
Nenek Jang: Apa pendapatmu tentang wanita ini? Apa dia tidak cantik?
Young Ra berkata dingin, "Dia seperti wanita penggoda. Ibu, kenapa kau selalu memaksa orang yang tidak mau pergi berkencan?" Lalu pergi ke dapur.
Nenek Jang terkejut sekaligus bingung.
Pyo Sung Chul menyusul Young Ran ke dapur.
Young Ran: Apa kau tidak mau berkencan karena wanita itu? Dia sudah tua, dia kekanak-kanakan, dan wanita yang...
Young Ran teringat saat ia terpeleset dan Sung Chul menangkapnya. Sung Chul berkata, "Berhentilah melakukan hal-hal yang bodoh."
Young Ran: Apa itu... aku?
Hwan tiba-tiba datang untuk menanyakan makan siang.

Nenek Jang akhirnya menyadari bahwa Sung Chul menyukai Young Ran dan tidak menikah karena itu. Sung Chul minta maaf karena berani berbuat begitu, namun Nenek Jang bilang bahwa tidak ada perbedaan diantara manusia. Nenek juga merasa tenang jika menitipkan Young Ran pada Sung Chul.

Setelah makan siang, nenek meminta semuanya untuk berkumpul. Karena Eun Sung menolak perusahaan, maka ia akan menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan karyawan. Ia akan membagi-bagikan saham pada para karyawannya. Untuk aset yang tersisa, nenek menulisnya dalam surat warisan dan menyerahkannya pada Hwan. Ia meminta Hwan melaksanakan apa yang tertulis di surat warisan itu jika nenek sudah meninggal.
Nenek Jang berkata bahwa ketika ia sedang koma di rumah sakit, samar-samar ia mendengar suara Hwan yang menceritakan kecelakaan ayahnya. Nenek menoleh pada Hwan, "Hwan! Apakah itu semua benar?"
Hwan: Maafkan aku.
Nenek Jang: Bodoh! Kenapa kau tidak menceritakannya? Kenapa kau hidup dengan kesedihan seperti itu di hatimu? Apa mungkin... karena putraku mati untuk menyelamatkan anaknya, jadi kau takut aku akan membencimu?
Hwan: Semua itu terjadi karena aku terlalu keras kepala.
Nenek Jang menangis dan memeluk Hwan. Ia berkata bahwa orang tua manapun tidak akan menginginkan kejadian buruk menimpa anaknya.
Jung mencoba mencari pekerjaan, tapi kemampuannya terlalu buruk dan ia memutuskan untuk belajar terlebih dahulu.
Hwan mengajukan proposal untuk membuka cabang secara global. Tujuan pertama adalah New York. "Aku mencium adanya motif tersembunyi." ujar Nenek Jang curiga.
Hwan: Tidak ada.
Nenek Jang: Tidak?
Hwan menahan senyum. "Tentu tidak."
Nenek Hwan: Kalau begitu, ayo kita rapatkan.
Nenek Jang membagikan saham pada para karyawannya.
Pyung Joong memulai proyeknya dan membina karirnya dari awal lagi.
Seung Mi menjadi seorang guru dan Sung Hee bekerja di toko bunga.
Karena hari ini Eun Sung akan pergi ke Amerika, Hwan mengajaknya pergi piknik di tempat dimana Hwan dan ayahnya pergi sebelum kematian ayahnya. Hwan berniat memasakkan kari untuk Eun Sung. Agak ribet juga dia memasaknya.
Eun Sung memakan kari itu. Ia mengunyah dan terdiam.
Hwan: Bagaimana rasanya?
Eun Sung: Baru kali ini aku merasakan masakan seperti ini. Ini enak.
Hwan senang. "Benarkah?" Ia menyendok kari dan memakannya. "Kenapa kari rasanya seperti bubur?"
Eun Sung: Punyaku enak. Sangat enak sampai aku ingin menangis.
Eun Sung terharu, menahan tangisnya. Hwan tersenyum padanya.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan melihat danau.
Eun Sung: Aku tidak ingin terlambat ke airport. Aku harus pergi sekarang.
Hwan hanya diam. Eun Sung menatapnya. "Setelah selesai bekerja, kau harus langsung pulang!" kata Eun Sung. "Jika sudah dapat gaji, jangan minum-minum. Apalagi kalau kau sampai mabuk dan mengetuk pintu rumah seorang gadis..." ujar Eun Sung seraya menunjukkan kepalan tangan pada Hwan.
Hwan tertawa. "Apa?"
"Ada hal lain yang ingin kukatakan." kata Eun Sung. "Sun Woo Hwan!" Eun Sung kemudian berbisik di telinga Hwan, "A-ku-men-cin-ta-i-mu."
Hwan terkejut. "Apa yang tadi kau katakan?"
Eun Sung: Kau tidak dengar?
Hwan: Katakan sekali lagi.
Eun Sung tersenyum dan mencium Hwan.



Sinopsis Brilliant Legacy Episode 27 [again, thanx to princess chocolate]


Eun Sung sangat terkejut melihat ayahnya. "A... ayah!"
Tiba-tiba Eun terjatuh ke lantai. Pyung Joong berlari ke arahnya. "Eun Sung! Eun Sung!"
Eun Sung melihat ayahnya, masih shock dan belum percaya. "Ayah... Ayah..." Eun Sung meraba wajah ayahnya. "Ini benar ayahku!"
Pyung Joong memeluk putrinya. "Ayah..." Eun terus-menerus memanggil ayahnya sambil menangis.
Eun Sung: Ayah, apa yang terjadi? Jika kau masih hidup, kenapa tidak menghubungiku?
Pyung Joong: Ayo bangun, Eun Sung. Kenapa kau datang ke airport? Apa kau ingin pergi tanpa memberi tahu semua orang?
Eun Sung tiba-tiba teringat Eun Woo. "Eun Woo... Aku datang untuk melihat bertemu Eun Woo."
Jun Se: Eun Sung, apa maksudmu?
Eun Sung: Orang itu... Ibunya Seung Mi... Dia bilang ia menemukan Eun Woo. Jadi dia ingin aku membawa Eun Woo dan pergi.
Pyung Joong: Eun Woo sudah ditemukan?
Eun Sung mengangguk.

Sung Hee frustasi mencari Eun Woo yang tidak bisa ditemukan dimanapun. "Dia sudah naik pesawat? Tidak. Aku tidak bisa pergi seperti ini."

Nenek Hwan menerima surat pengunduran diri Eun Sung yang diberikan oleh Manajer Lee. Di lain pihak, ia sudah menerima surat pengunduran diri Seung Mi. Ia curiga bahwa ini semua ada sangkut pautnya.
Eun Sung: Dia bilang, dia akan naik penerbangan selanjutnya dan membawa Eun Woo bersamanya.
Pyung Joong: Kalau dia berkata jujur, dia pasti sudah ada di airport bersama Eun Woo.
Jun Se: Telepon dia. Jangan katakan padanya bahwa kau sudah bertemu ayahmu.
Eun Sung mengaktifkan ponselnya dan menelepon Sung Hee.
Eun Sung: Aku sudah ada di airport. Aku meneleponmu untuk memastikan. Kau dan Eun Woo sudah di airport kan?
Sung Hee: Eun Sung, jangan pergi hari ini. Eun Woo sedang sakit dan kurasa kami tidak bisa pergi.
Eun Sung langsung panik. "Eun Woo sakit? Dimana?"
Sung Hee: Ia terserang flu serius dan tidak bisa pergi hari ini. Kau pulang saja dulu. Aku akan melihat kondisi Eun Woo dan menghubungimu lagi. Dan kau harus menepati janji. Jangan katakan pada orang lain.
Sung Hee menutup telepon. Dia terlihat sangat frustasi.
Pyung Joong mengajak Eun Sung ke rumah Seung Mi. Bukankah aneh jika dia bilang Eun Woo tiba-tiba sakit?
Jung Se: Tapi dia bilang pada Eun Sung jangan pergi hari ini. Mungkin saja Eun Woo benar-benar sakit.
Eun Sung menjadi sangat khawatir. Pyung Joong tetap ingin ke rumah Seung Mi. "Apa kau tahu kemana Seung Mi pindah?" tanya Pyung Joong pada Eun Sung. "Mereka pindah karena takut aku menemui mereka."
Hwan terlihat shock. Ia teringat percakapannya dengan Seung Mi ketika Seung Mi bilang alasannya pindah adalah menghindari penagih hutang.
Ponsel Eun Sung berbunyi. Nenek Jang-lah yang menelepon.
Nenek Jang: "Kau dimana, Eun Sung?" .... "Apa? Kau bertemu ayahmu?" .... "Apa?!"

Pyung Joong baru menyadari keberadaan Hwan, yang sejak tadi diam saja. "Oh, kau tadi yang bersama Eun Sung."
Hwan membungkuk memberi hormat pada Pyung Joong, "Namaku Sun Woo Hwan."
Pyung Joong membungkuk membalasnya. Ia bertanya pada Eun Sung, "Siapa dia?"
Eun Sung: Dia cucu Nenek Jang.
Eun Sung dan yang lainnya pulang dengan naik mobil Jun Se. Pyung Joong menceritakan bahwa mulanya ia percaya saat Sung Hee bilang Eun Sung pergi ke Amerika. Ia juga mendapat email dari Eun Sung yang mengatakan kalau Eun Sung takut uang asuransi akan diambil jika orang-orang tahu ayahmu masih hidup.
Eun Sung: Kau menerima email dengan namaku?
Pyung Joong: Ya. Kami beberapa kali saling mengirim email.
Eun Sung: Siapa yang melakukannya?
Hwan terkejut, namun hanya bisa diam. Eun Sung melihat Hwan sekejap. Sepertinya mereka berdua sudah tahu siapa yang melakukan hal itu.
Eun Sung: Ayah sudah mengenal Kak Jun Se selama ini?
Pyung Joong: President Park memberi aku pekerjaan. Aku berhutang banyak padanya.
Jun Se: Jangan berkata begitu.
Hwan menatap Jun Se.
Eun Woo berjalan sendirian di jalan sambil menyebut nama-nama tempat yang dihafalnya. Sung Hee dan anak buahnya belum bisa menemukan Eun Woo. Stress berat dia.

Jun Se mengantar Eun Sung dan yang lainnya ke rumah Nenek Jang. Eun Sung dan ayahnya masuk ke dalam rumah, namun Hwan berjalan keluar.
Ia berpikir dan teringat kata-kata yang pernah dikatakan Seung Mi padanya. Tentang Eun Sung yang memaksa Seung Mi agar menyembunyikan masa lalu mereka. Atau tentang Seung Mi yang berkata bahwa Eun Sung telah membohongi Hwan.
Hwan mencoba menelepon Seung Mi, namun ponsel Seung Mi tidak aktif. Ia meninggalkan pesan yang menyuruh Seung Mi menemui Hwan di bar.
Nenek Jang dan yang lainnya mendiskusikan suatu rencana untuk membuat Sung Hee tidak bisa berbuat apa-apa. Nenek meminta Young Ran menelepon Sung Hee dan menyuruhnya datang ke rumah.
Sung Hee: Ibumu ingin menemuiku? Kenapa?
Young Ran: Eun Sung menghilang tiba-tiba tanpa memberi tahu siapapun. Mungkin ia ingin menanyakan itu padamu.
Sung Hee merasa tenang. "Begitu... Tapi bagaimana aku tahu?"
Young Ran: Itulah yang kukatakan padanya. Ibu juga ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Hwan datang ke bar Young Suk. Young Suk berkata bahwa Young Jae menghilang. Hwan khawatir dan hendak menelepon polisi, namun Young Suk menolak. "Jangan!"
Hwan: Kenapa? Apa yang terjadi?
Young Suk: Sebenarnya... Dia bukan sepupuku.
Hwan: Dia bukan sepupumu?! Lalu siapa dia?!
Young Suk: Dia cuma anak yang kutemukan. Ia menyukai piano, jadi aku berpikir akan membiarkannya pergi setelah bermain di sini. Tapi anak itu tidak mau pergi.
Hwan: Apa?! Kau tidak mengenal anak itu?!
Hwan sangat terkejut. Ia hendak menelepon Eun Sung untuk memberi tahu hal tersebut, namun ia ragu. "Bagaimana jika anak itu bukan Eun Woo?" Ia akhirnya memutuskan untuk mencari Eun Woo.
Hwan berlari menuju ke beberapa tempat kursus piano, namun tidak ada yang melihat Eun Woo.
Sung Hee datang ke rumah Nenek Jang. "Duduklah." kata Nenek Jang padanya.
Sung Hee: Sepertinya ada suatu hal yang kulakukan sehingga mengganggumu.
Nenek Jang: Benar. Sesuatu yang membuatku sangat tidak nyaman.
Sung Hee: Jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, silahkan tanyakan padaku.
Nenek Jang: Aku tidak bisa menanyakannya sendiri padamu.
Nenek Jang memberi isyarat. Eun Sung dan Pyung Joong turun dari lantai atas.
Sung Hee terlonjak kaget.
Young Ran meremas tangan Pyo Sung Chul saking cemasnya. (cie cie..) Namun Sung Chul berusaha melepas genggaman tangannya itu. "Jangan bergerak. Aku menggenggam tanganmu karena aku gemetar."
Sung Hee gemetar dan terlihat ketakutan.
Nenek Jang: Sepertinya kau penasaran bagaimana ayah dan putri ini bisa bertemu.
Pyung Joong: Dimana Eun Woo?
Nenek Jang: Semua sudah berakhir. Jadi, ayo kita selesaikan ini. Hal yang paling penting saat ini adalah menemukan Eun Woo. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Kenapa aku harus bicara tentang Eun Woo di depan Nenek Hwan?
Pyung Joong: Ayah dan kakak Eun Woo ada di sini. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Aku tidak tahu. Aku hanya ingin Eun Sung pergi.
Eun Sung: Kau bohong!
Pyung Joong: Kau melihat bagaimana aku mencari Eun Sung dan Eun Woo. Bukankah sudah cukup kau mencoba memutus hubungan darah kami? Apa kau berniat membawa Eun Woo pergi lagi?
Sung Hee: Siapa yang memutus hubungan darah kalian? Bagaimana bisa orang yang sudah mati punya hubungan darah?
Pyung Joong: Apa?
Sung Hee: Bukankah kau sudah mati? Kau yang memulai ini. Jika kau tidak berpura-pura mati, aku juga tidak akan memulai ini.
Nenek Jang: Aku tidak bisa mendengarkan ini lagi! Setelah suamimu meninggal, kau mengambil semua uang asuransi dan mengusir anak-anak. Siapa yang melakukan itu?
Sung Hee: Jika kau tidak berada diposisiku, kau tidak bisa bilang itu salah atau benar.
Nenek Jang: Mencampakkan Eun Woo juga karena situasi?
Sung Hee: Apa kau melihatku mencampakkan Eun Woo?
Sung Hee berdiri dan hendak berjalan pergi. Tapi Eun Sung berkata padanya, "Semua yang kau katakan adalah kebohongan, kecuali mengenai Eun Woo. Tolong, katakan padaku dimana Eun Woo."
Sung Hee: Ya. Jika aku tahu dimana Eun Woo, aku akan mengatakannya padamu. Tapi saat ini aku tidak tahu dimana dia, jadi aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Pyung Joong: Jika kau menyentuh Eun Woo, kau akan kuampuni!
Sung Hee berjalan keluar dan mengemudikan mobilnya. Pyo Sung Chul sudah siap di dalam mobil untuk mengikuti Sung Hee.
Hwan hampir putus asa mencari Eun Woo. Namun tiba-tiba ia mendengar suara piano yang biasa dimainkan oleh Eun Woo. Arahnya dari sebuah gereja. Hwan segera berlari masuk ke gereja, dan di sana ia melihat Eun Woo sedang memainkan piano.
"Oi! Go Eun Woo!" panggil Hwan. Ia mendekati Eun Woo. "Apakah kakakmu bernama Go Eun Sung?"
Eun Woo: Aku sedang menunggu kakak.
Hwan tersenyum lega. Ia melihat kalung Eun Woo yang sama dengan Eun Sung. "Jadi itu benar kau?" Hwan memeluk Eun Woo.

Pyo Sung Chul berhasil mengikuti Sung Hee ke rumahnya yang baru.
Begitu sampai rumah, Sung Hee langsung memasukkan pakaian ke dalam koper.
Nenek Jang meminta Eun Sung dan ayahnya untuk tinggal di rumahnya. Namun mereka menolak.
Di saat yang sama, Hwan mengajak Eun Woo ke rumah Nenek Jang. Eun Woo terlihat takut, namun Hwan mengatakan bahwa ini adalah rumahnya. Eun Woo tidak perlu khawatir.
Eun Sung dan Pyung Joong keluar dari rumah Nenek. Mereka sangat terkejut melihat Eun Woo datang bersama Hwan. Eun Sung bergegas berlari dan memeluk Eun Woo.
Eun Sung: Eun Woo! Ini benar Eun Woo-ku!
Nenek Jang bertanya pada Hwan bagaimana ia menemukan Eun Woo. Hwan menceritakan bahwa ia bertemu Eun Woo di bar Young Suk dan bahwa Eun Woo bukanlah sepupu Young Suk.
Eun Woo ikut-ikutan bicara. "Jika aku ingin bertemu kakak, aku tidak boleh mengatakan apapun. Jika aku menelepon, aku tidak bisa bertemu kakak."
Eun Sung menoleh. "Eun Woo, siapa yang bilang begitu?"
Eun Woo: Ibu.
Semua orang terdiam dan terkejut.
Pyung Joong: Apa benar ibu yang bilang?
Eun Woo bangkit. Ia menyebutkan nomor telepon ibunya, nomor mobil ibunya dan apartment tempat tinggal ibunya.
Eun Sung menangis. "Bagaimana bisa ia melakukan itu padaku saat ia..." Eun Sung memegang dadanya yang sesak. "Nenek, aku tidak bisa diam seperti ini. Tolong tanya pada Paman Pyo Sung Chul dimana Seung Mi tinggal."
Nenek Jang meminta Hwan mengantarkan Eun Sung dan Pyung Joong lalu langsung pulang ke rumah lagi.
Seung Mi duduk di taman. Ia menangis dan membakar foto-fotonya bersama Hwan. Ia membakar foto terakhir, namun berubah pikiran dan memungut foto itu lagi.
Seung Mi pulang ke rumah dan melihat ibunya sedang membereskan barang-barangnya. Ia berkata pada Seung Mi agar ia segera pergi.
Sung Hee menceritakan pada Seung Mi tentang perjanjiannya dengan Eun Sung.
Seung Mi: Ibu bilang apa? Aku meminta ibu untuk menyerahkan Eun Woo pada Eun Sung dan kita pergi. Apa aku memintamu untuk membuat Eun Sung pergi?
Sung Hee: Maaf.
Seung Mi: Ibu, kenapa kau seperti ini? Kenapa harus kau yang menjadi ibuku? Memiliki ibu sepertimu membuat aku gila! Apakah begitu sulit melepaskan uang? Aku sudah melepaskan kak Hwan. Kenapa kau tidak bisa melepaskan uang? Kenapa?
Sung Hee: Itu bukan karena uang. Untuk sesekali, sebagai ibumu, aku ingin melakukan sesuatu untukmu.
Seung Mi: Kenapa kau melakukan itu untukku? Aku tidak menginginkan itu.
Sung Hee: Karena itu, kau harus pergi. Aku tidak tahan melihatmu disakiti karena aku. Seung Mi, pergi sekarang. Aku akan menyelesaikan semuanya. Bawa ini dan pergi ke New York. Kau bilang ingin bersekolah di sana, kan?
Seung Mi menolak. Ia bertanya dimana ibunya kehilangan Eun Woo. Sung Hee mengatakan bahwa ia akan mencari Eun Woo sendiri, dan jika berhasil menemukan Eun Woo, ia akan membawa Eun Woo pada Eun Sung atau membesarkan Eun Woo sendiri.
Seung Mi menangis melihat ibunya seperti itu. "Ibu... Kenapa ibu begini?"
Hwan mengantar Eun Sung, Eun Woo dan Pyung Joong ke apartment Seung Mi. Saat itu, Sung Hee sedang memaksa Seung Mi pergi. Sung Hee membuka pintu dan terkejut melihat Pyung Joong sudah ada di depan pintu.
Seung Mi: Eun Woo!
Eun Woo: Kakak.
Pyung Joong menarik Sung Hee masuk ke dalam apartment. Ia hendak memukul Sung Hee, tapi Eun Woo melarangnya. "Itu ibu!" ujar Eun Woo. "Dia akan sakit jika ayah memukulnya. Ibu tidak boleh sakit."
Pyung Joong: Kau dengar? Dia memanggilmu ibu.
Eun Woo: Ibu, Eun Woo menuruti ibu. Jika aku ingin bertemu kakak, aku harus menuruti ibu.
Seung Mi menangis dan berlari keluar. Eun Sung mengejarnya. Hwan, yang sedang menunggu diluar, melihat mereka.
Eun Sung: Kau! Apa kau yang mengirim email pada ayahku? Apa kau menggunakan namaku untuk mengirim email pada ayahku?
Seung Mi: Ya.
Eun Sung menampar Seung Mi. Hwan melihatnya. "Kenapa kau tega melakukannya? Kenapa kau tega membiarkan aku tidak bertemu ayahku yang ternyata masih hidup? Kau membuatku pergi ke Amerika agar aku tidak bisa bertemu dengan ayahku lagi selamanya?"
Seung Mi: Itu tidak benar. Aku bilang, aku ingin mengirimkan Eun Woo padamu dan pergi. Jika kau tidak berhubungan dengan nenek, aku pasti sudah memberitahukanmu. Apa kau tahu apa artinya bagiku mengatakan padamu bahwa ayah masih hidup? Artinya adalah akhir hubunganku dengan kak Hwan.
Eun Sung: Jadi semuanya karena dia? Karena satu orang itu?
Seung Mi: Ayahmu sangat berharga untukmu, kan? Untukku, kak Hwan adalah orang yang berharga. Ayahmu adalah orang yang baik. Aku bertemu dengannya beberapa kali sebelum ia dan ibu menikah, dan aku sangat menyukainya. Ia baik hati dan hangat. Ia sangat berbeda dengan ayah kandungku. Aku sangat senang ia menjadi ayah tiriku. Tapi, di rumah ayahku yang baru ada kau. Kau sangat dekat dengan ayahmu. Kalian berdua sering bertemu di luar dan makan bersama. Walaupun ia pulang larut setelah bekerja, ia tetap mengobrol denganmu selama 30 menit di kamarmu. Tidak ada ruang untukku di antara kalian berdua. Ayah tidak pernah mengabaikanku. Ia melakukan yang terbaik untuk putri dari wanita yang ia nikahi. Aku makin merasa sedih karenanya. Aku merasa memanfaatkan ibuku. Aku tidak pernah membawa teman ke rumah dan tidak ingin orang lain tahu kalau aku hidup bersamamu. Jadi aku selalu berangkat sekolah 30 menit lebih awal.
Eun Sung: Apa hubungannya semua itu dengan hal yang sedang kita bicarakan?
Seung Mi: Kak Hwan adalah orang yang kesepian dan terluka seperti aku. Walaupun orang lain tidak menyukainya karena sifatnya buruk, tapi ia tidak pernah seperti itu padaku. Aku sangat menyukainya. Aku merasa ada orang yang memperlakukan aku seperti seseorang yang spesial. Kau tidak tahu betapa berartinya itu. Hanya kak Hwan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpanya.
Eun Sung: Karena dia kau menyembunyikan semua ini?
Seung Mi: Maafkan aku, Eun Sung. Aku tidak punya pilihan lain.
Eun Sung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Seung Mi.
Hwan mendekati Seung Mi dan bicara padanya. "Apakah kau adalah Seung Mi yang kukenal? Kau bilang melakukan semua ini untukku? Apa aku bagimu hingga membuatmu melakukan hal semacam ini!"
Hwan meninggalkan Seung Mi dan pergi ke bar Young Suk. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memukuli Young Suk karena telah memanfaatkan Eun Woo.

Pyung Joong, Eun Sung dan Eun Woo menginap di rumah Nenek Jang. Ketika Eun Sung dan Eun Woo sudah tidur, Pyung Jung pergi keluar dan menangis. Ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. "Ini semua salahku."
Nenek Jang melihatnya dari belakang.
Ayah Jun Se membantu Pyung Joong untuk mengembalikan lagi identitasnya. Sung Hee menutup rekeningnya, berniat untuk mengembalikan uang asuransi. Jika uang asuransi dikembalikan, Pyung Joong ataupun Sung Hee tidak akan terkena sanksi hukum.
Eun Sung membawa Eun Woo dan Pyung Joong ke rumahnya yang kecil. Pyung Joong kelihatan sangat sedih. "Eun Sung, tunggulah sebentar lagi. Ayah akan bekerja keras. Setelah identitasku kembali, dan dengan kemampuanku, tidak akan sulit mendapat pekerjaan."
Eun Sung mengangguk. "Ayah akan mencari uang. Aku akan mencari uang juga. Secepatnya kita akan membeli rumah yang baru."
Sung Hee sangat frustasi dan tertekan. Suatu malam ia keluar seorang diri.
Perasaan Seung Mi tidak enak. Ia bergegas ke kamar Sung Hee untuk mencari ibunya. Namun Sung Hee tidak ada di sana. Seung Mi berlari keluar dan berteriak-teriak memanggil, "Ibu! Ibu!"
Sung Hee ternyata berada di atap apartment. Ia menaiki undakan dan memegang pagar pembatas (sepertinya Sung Hee mau bunuh diri).



 

Lover of Korean Drama, Music, Film, and other

Labels

keep dreaming, and do action! Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino